Featured Post Today
print this page
Latest Post

Tampilkan postingan dengan label Devita Indriyatin. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Devita Indriyatin. Tampilkan semua postingan

Cinta SeJaTi



Ribuan jalan tlah ku tempuh
Tuk menemukan sbuah
CINTA SEJATI
Ribuan suara tlah ku dengar
Tuk menemukan makna
CINTA SEJATI
Ribuan sajak tlah ku baca
Tuk menemukan hasrat
CINTA SEJATI
Ribuan drama tlah ku lihat
Tuk menemukan romansa
CINTA SEJATI
Ribuan ilmu tlah ku pelajari
Tuk mnemukan tujuan
CINTA SEJATI
Ribuan eksperimen tlah ku coba
Tuk menemukan kebenaran
CINTA SEJATI

Senyum Rembulan



Ketika fajar menghilang
Saat itulah rembulan datang

Ketika matahari pulang
Saat itu juga bintang-bintang datang

Arloji menyanyi bersuara merdu
Detak jantung pun beradu
Rasa hati menyatu mengelilingi hati ku
Tak gentar melawan setiap detik waktu

Ku sandarkan tubuh pada jendela
Menatap gelap dinginnya malam
Tak sadar itu rasa cinta
Tertawa ringan tersenyum kelam

Aku melihat …
Melihat binar matamu
Aku mendengar ..
Mendengar suara dihimpit angin
Aku bergetar ..
Bergetar rindingan kulit ku
Aku melihat , mendengar dan bergetar
Saat rembulan tesenyum pada ku

Tiada Cinta Antara Kita



Maafkan pikiranku yang senantiasa mengarah padamu
Maafkan hatiku yang selalu tertuju hanya bagimu
Maafkan kalbuku yang berselimutkan rindu untukmu
Maafkan rasaku yang terus bergemuruh tentangmu
.
Maafkan nadiku yang tak henti alirkan namamu
Maafkan nafasku yang tak bosan hembuskan bayangmu
Maafkan batinku yang kian hening membaca dirimu
Maafkan jiwaku yang tak lelah meraba gejolak hasratmu
.
Seandainya dulu aku tak pernah mengenalmu
Tak kan mungkin kau lukiskan kisahmu dalam kanvas hidupku
Untungnya persahabatan kita tulus murni tanpa asa
Dan memang Tuhan pisahkan raga kita agar tiada cinta

Karena Sebuah Alasan



Kau seberkas cahaya
Selalu menerangi gelap hatiku
Karenamu aku bisa menikmati senyumku lagi
Satu rasa yang sempat hilang kini rasa itu bisa ku rasakan kembali
Banyak jalan yang dilewati rasa itu
Tapi semua jalan itu tertuju padamu
Apakah itu salah?
Kau membuatku selalu memikirkanmu
Hingga aku terlena dalam duniamu
Salahkah jika ku menjadi salah satu warna dalam duniamu?
Tak patutkah ku mengatakan kejujuran?
Karena satu alasan, kau telah mencuri kata ku
Hingga hanya denganmu aku menjadi sebait puisi yang utuh
Berbicara dari hati ke hati seperti Qais kepada Laila
Menemanimu untuk tiga hal yang kamu miliki
Kemarin, hari ini, dan hari-hari selanjutnya


Kala Sapamu Membuai Rasa


Kalimatmu mengalir indah di tengah keheningan malam
Menyelusup dengan cumbu yang begitu lembut
Menyapa kalbu nan biru menahan setumpuk rindu
Sungguh, tiada waktu tanpa geliat bayangmu ….
.
Kalimatmu membelai raga yang mulai letih
Mengusap jiwa dengan jemari kasih
Menyentuhnya dengan kehalusan batin
Membuainya hingga ke dasar mimpi
Indahkan penghujung hari dengan ketentraman
Manjakan seluruh diri dengan kenyamanan
Sempurnakan rasa dengan segenap kebahagiaan
.
Kunikmati keselarasan jiwa dengan suara alam
Saat cahaya cinta menerangi walau mata tengah terpejam
Hingga ku terbangun oleh kumandang suara adzan
Dan kalimatmu kembali lantunkan sapa yang tertunda
Segarkan pikiran, senyumkan duka, ubah lara menjadi suka
Sambut sang surya dengan ceria, pahatkan asa menjadi nyata
 

Copyright © 2013. D'pytaveeta Lovelyezz